Postingan

KARPET MERAH PESPARANI 2019

Gambar
Catatan kaki dan hati; dari Kota Kupang Oleh Marianus Seong Ndewi, S. Pd., MM Guru Seni Budaya SMA N 4 KUPANG- aktif di komunitas Secangkir Kopi Kupang ‘’Katong Samua Basudara”, tagline Tema Pesta Paduan Suara Gerejani (PESPARANI) Katolik tingkat Kota Kupang, yang diadakan tanggal 5-8 Nopember 2019, bertempat di Paroki St. Maria Assumpta sebagai ‘tuan rumahnya’. Acara yang diawali dengan Misa dan seremonial pembukaan ini mengundang banyak decak kagum dari para insan lintas agama, lintas budaya, dan juga lintas genre di Kota Kasih ini. Kemeriahan ini saya yakini karena tidak hanya melibatkan umat nasrani (Katolik) dalam setiap acara dan kepanitiaan, tetapi dari lintas agama lainnya juga dilibatkan. Ribuan mata, hati, dan telinga menyaksikan dan menikmati acara ini. Musik mampu menyatukan. Musik mampu memberi pengertian. Musik mampu menyampaikan pesan. Musik mampu memberi semangat hidup yang baru. Musik memberi levitasi, untuk bisa ‘melawan’ gaya gravitasi; nai...

Bertemu (Bertamu) di Ruang Rindu; Kisah Bersama Pujangga

Gambar
Kemarin sore, tidak ada senja menemani cangkir kopi saya. Lelah seharian berlayar dari Flores, membuat saya enggan keluar rumah. Capek. Lah, otomatis tidak bertemu senja, kan? 😂🤣😂 Saya iseng mengirim pesan singkat kepada dua sahabat yang sebulan penuh belum ngopi bersama (lagi). Mereka dua orang hebat. Potensial dan produktif. Saya sengaja mendengar cerita orang orang hebat ini untuk semacam mengisi otak saya yang masih kaku. Mereka adalah Gusti Richarno, S. Fil, direktur Media Pendikan Cakrawala NTT, dan sahabat saya Saverinus Suhardi, S. Kep, seorang dosen dan perawat aktif. Dua duanya penulis. Sangat potensial. Namun karena kesibukan menemani sang anak, Gibran, maka abang Saver tidak berani bolos untuk mejeng ngopi bersama. Tau kan situasi batin para suami bila keadaannya seperti itu? Menggemaskan tentunya. Saya diarahkan ke rumahnya Kraeng Gusti, di kedinginan bukit Tilong. Tapi, beliau meminta saya untuk menemani dia bertamu ke rumah salah satu tokoh yang sangat s...

KAMBING HITAM vs OPTIMISME PENDIDIKAN NTT

Gambar
Dok. Cakrawala NTT - diskusi pendidikan Catatan ini lahir setelah kemarin 10 Juni 2019, menonton dialog interaktif di TVRI NTT, yang berusaha  kerasmengupas tuntas rendahnya mutu pendidikan di tanah seluas 48.718 ,10 km2 ini. Saya bersyukur melewati 60 menit tanpa henti, hanya mau mendengar kisah kasih berupa ilmu dari para narasumber hebat, ahli dalam bidangnya masing-masing. Pertama ada Bpk. Benyamin  Lola, M. Pd saat ini sebagai Kadis Pendidikan dan Kebudayaan propinsi NTT. Kedua ada Bpk. Winston Rondo, Anggota komisi V DPRD NTT (bidang pendidikan), juga ada Bpk. Dr. Marsel Robot, akademisi tangguh dari UNDANA Kupang, dan terakhir Bpk. Gusti Richarno, pengamat pendidikan dari Media Pendidikan Cakrawala NTT. Jika melihat formasi para narasumber ini rasanya hampir lengkap, dan tentunya bernas untuk dinanti hasil akhir diskusinya. Hanya kurang saja perwakilan pihak komite sekolah (orang tua), perwakilan kepala sekolah (ataupun guru), dan perwakilan OSIS (s...

LAGA RINDU - LAGA DAMAI; PESAN FESTIVAL SEPAKBOLA KAMPUNG HALAMAN

Gambar
(Balada rindu ketika menonton via live streaming  kompetensi sepakbola di kampung halaman) Rindu akan kampung halaman sedikit terobati ketika asyik menonton 'siaran langsung' dari laman Facebook adik saya; Ino Sengkang, yang menayangkan kompetisi sepakbola di kampung halaman. Apalagi itu laga final, dan salah satu team yang sedang 'bertempur' berasal dari kampung saya. Seperti menghempaskan saya kembali ke masa itu. Saat asyik memadu si kulit bundar, agar tak masuk ke gawang. Tak peduli  panas. Tak peduli itu hujan. Tak peduli lapangan bebatuan, berlubang, dan miring kiri kanan. Juga tak peduli bermand ikan lumpur bak di petak sawah. Lari sana. Lari sini. Intinya jadi 'pemain bola'. Oh ya, bagi yang pernah menikmati uniknya 'stadion' sepakbola di kampung kami, tepat di pusat Paroki Khabar Gembira Waerana - Manggarai Timur - Flores NTT, pasti tau kisah manis campur haru bermain di lapangan itu. Manisnya, pertandingan itu bisa d...

Namaku 'Kampanye Damai'

Gambar
Kemarin saya ditabiskan dengan nama baru. Panggil saja saya 'kampanye damai'. Sebuah nama yang diberi oleh para petinggi bangsa. Ya, mereka yang berkuasa dan bertahta di singgasana bernama ketua ketua parpol. Mereka yang bernama Ka Pe Uh. Mereka yang bernama calon presiden dan wakil presiden. Mereka yang bernama rakyat.  Saya agak heran, mengapa mereka memberikan saya nama yang mulia itu. Tapi namaku itu hanya berlaku sampai pertengahan, tepatnya belasan April 2019.  Lho, kalau nama kan harus sampai mati? Tanya cangkir kopi pahit yang sedang asyik bertengger diatas meja kerja saya.  Namaku kampanye damai. Begitulah mereka meneriaki namaku diatas panggung pementasan teater mereka. Karena mereka pandai berakting, bermain peran, pintar mengolah vocal, kadang bernyanyi andante, maestoso, kadang bertemakan lagu lagu mars yang dibubuhi bumbu crescendo dan decrescendo.  Mereka pintar menyanyi, memang. Itulah keunggulan mereka. Lihat saja kemarin diatas panggung. Sam...

YANG MULIA, YANG MULAI

Gambar
mulia mulai mulia apa? mulai apa? supaya apa? Saya agak heran-bila menonton televisi-saya sampai memukul jidat berkali-kali. Ada-ada saja tingkah para petinggi, tuan 'yang seharusnya ditiru' di negeri yang raya ini. Bahkan hampir setiap bulan, KPK selalu berhasil 'menjereat' tuan-tuan besar ini. Ya, tentunya bukan jerat milik KPK yang salah, tetapi karena jalan tuan-tuan itu yang 'sengaja' ingin mencari dan masuk ke jerat KPK yang telah lama menanti kedatangan mereka. Tentang jerat-kalau dihubungkan dengan hama perusak tanaman-memang sengaja dipasang untuk menunggu bahkan sampai mematikan hama itu. Seingat saya, di kampung halaman (belasan tahun lalu) kala musim panen tiba, kami selalu turun ke sawah untuk memasang jerat. Biasanya mencari jalan  lebuk*  (model jalan kecil bekas hama melintas), dan memasang jerat disana. Karena sudah keasyikan 'mencuri', otomatis setiap hari hama itu melintasi jalur itu. Tanpa beban. Mungkin merek...

PADUAN SUARA, PA(n)DUAN HIDUP (1)

Gambar
''...mungkin mereka hanya fokus bernyanyi. Mungkin juga hanya untuk sensasi. Ada yang ikut ramai, supaya dibilang punya naluri? berjiwa seni? ah... entahlah" Kemarin, 27 Agustus 2018, Paduan Suara (PS) Green voice SMA N 4 Kupang kembali berlatih. 'Untuk sementara', paduan suara ini menjadi urutan I, rangking perlombaan PS semester lalu, tingkat SMA se-Kota Kupang. Ekstrakurikuler ini mulai kami tekuni dengan baik sejak 5 tahun yang silam. Ya, waktu yang sangat panjang, (waktu berproses-menempah hingga juara) semenjak saya menginjakkan kaki, meneteskan keringat, dan 'melampaiskan emosi' di tempat itu. Saya memang sangat mencintai bidang ini. Musik, baik vokal maupun instrumental, sudah menjadi hobi yang mendarah-daging dalam keseharian saya. Selain senang berkespersi lewat media musik, akan ada 'bayaran' setimpal atas karya dan pengabdian kita. Seperti kata Pak Ridwan Kamil, ''...pekerjaan yang paling enak itu adalah hobi yang...