Postingan

LULUS YANG BAHAGIA WALAU HATI MENANGIS

Gambar
Mungkin lebih baik begini Menyendiri di sudut kota ini Kututup pintu hati Untuk semua cinta Walau batin ini menangis Jangan datang atau titip salam Hanya menambah luka di hatiku Hapuslah namaku, hapuslah semua Kisah-kasih yang pernah ada Lantunan syair di atas merupakan serpihan lagu "Walau Hati Menangis" karya Pence Pondang. Bagi generasi Z saat ini, lagu ini sangat asing. Saya menemukan inspirasi untuk membuat tulisan khusus untuk ikut merayakan kelulusan para peserta didik ku di SMA N 4 Kupang dan juga di seluruh tanah air.  Bagaimana tidak, perayaan kelulusan kali ini dirayakan dengan beragam model yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Bukan soal harus coret coret, bukan soal harus pawai motor, bukan soal harus ke gerbang sekolah, bukan soal harus ke rumah teman, bukan soal harus ke pinggir pantai, bukan soal bukan soal lainnya. Kali ini benar benar aneh. Tapi, bagi sebagian orang, merayakan model kelulusan seperti ini adalah yang direncanak...

UJIAN NASIONAL vs UJIAN NASIB

Gambar
Hallo kakak kakak kelas XII SMA. Dalam jadwal, sebenarnya hari ini kalian mengikuti Ujian Nasional (UN). Lihat, baliho baliho, poster, telah dipersiapkan rapih oleh bapak ibu guru mu di sekolah, sekedar untuk dipajangkan di gerbang sekolah, mengucapkan selamat datang kepada kalian yang akan mengikuti UN, di mana itu adalah 'akhir perjalanan' anda di bangku sekolah. Perlu anda ketahui, bahwa sekolah terakhir kalian adalah di bangku SMA itu. Puncak 12 tahun perjalanan mengisi botol otak dan hati anda. Anda pasti tahu, apa saja yang kalian isi di botol kehidupan itu. Walupun sebenarnya setengahnya adalah berkat guru, tapi setengah isinya adalah usaha mandiri kalian. Oh ya, yang namanya kuliah itu bukan sekolah. Kalau kami orang kampung, terutama kakek nenek di kampung, masih anggap kuliah itu adalah sekolah. Mereka selalu bilang, kami punya cucu pergi sekolah di kampus di Kupang, di Jawa, di Makasar, dan lain sebagainya. Tapi, kuliah itu 'hanyalah' satu tempat keci...

TUHAN MERINDUKAN MANUSIA~RINDU YANG BERKECAMUK

Gambar
Oleh: Rian Seong, S. Pd., MM  Pagi menjelang fajar, embun mulai bergelantungan, bersiap melakukan tugasnya membasahi tanah untuk sekedar beri ruang kesegaran dan kesejukan bagi makhluk Tuhan, penghuni bumi yang indah ini. Pagi pagi benar, Tuhan juga bangun dari tidurnya. Ia berdoa sejenak sebelum ke kamar mandi sekedar membasuh muka dan menyikat gigi. Ia keluar dari kamarnya menuju taman bunga, menyaksikan embun pagi yang selalu setia memberi kesegaran. Sesekali mereka tersenyum.  Tetapi, embun tau kalau hati Tuhan sedang gundah gulana. Tuhan galau. Ia rindu suasana sebelum sebulan lalu ataupun dua atau seminggu yang lalu. Tuhan juga berkeliling olahraga sejenak di taman itu. Tapi pagi ini Ia tidak semangat. Gambaran raut wajahnya seperti kelelahan, letih, lesu, dan  memikul beban berat.  Sungguh perasaan hati Tuhan lagi berkecamuk. Waktu menunjukkan pukul 6 pagi. Seperti biasa, sebelum memulai sarapan, ia selalu bertemu dan berjumpa...

KOPI NATAL

Gambar
Goresan tuk umat Nasrani di Dharmasraya - Sumatera Barat Turut berdukacita untuk pemangku kebijakan di daerahmu, saudara. Sedih hati ketika mendengar dan membaca berita bahwa di daerahmu pemerintah setempat melarang untuk merayakan Natal. Intinya jangan berkumpul untuk merayakan Natal. Baik di rumah ibadah maupun di rumah warga. Saya sempat marah mendengarkan berita bahwa kalian dilarang merayakan Natal di tempat asalmu sendiri. Apalagi katanya sudah ada kesepakatan kedua belah pihak untuk hal ini. Saya yakin pihak kalian tidak pernah bersepakat untuk moment berrahmat ini. Apalagi natal adalah perayaan iman yang wajib kita rayakan. Dari sana asal muasal keselamatan lahir. Saudara, Pasti bahan bahan kue dan baju baru yang sudah kalian beli untuk berkumpul bersama sanak keluarga menjadi mubasir. Kebahagiaan kalian seakan dirampok oleh kesombongan kebijakan para orang hebat di daerahmu. Sedih memang. Tapi hukum agama kita ternyata sudah memprediksi hal ini bakalan terj...

SURAT TERBUKA UNTUK MENTERI NADIEM MAKARIM

Gambar
GURU vs DOKTER vs MERDEKA BEKERJA Kupang, 16 Desember 2019 Salam sejahtera, mas menteri. Pasti mas sedang mempersiapkan merayakan Natal juga di rumah mas. Kue apa yang dominan di atas meja tamu mu, mas? Saya pingin pergi salaman natal ke rumahmu. Kali ini, di penghujung tahun, ijinkan saya menulis surat ini untuk anda. Karena kekaguman saya, makanya saya beranikan diri via media ini, dengan 100% harapan, surat terbuka ini sampai ke "tangan, mata, dan hati" anda. Oh ya, mas menteri, saya optimis Indonesia atau pendidikan Indonesia bakalan rapih di tangan mas. Maksud tulisan saya ini, sesuai judulnya di atas, hanya mau sedikit membandingkan tentang dokter vs guru. Dua profesi yang gajinya bak bumi dan langit ke tujuh itu. Tapi saya tidak mengatakan bahwa dokter adalah pekerjaan paling santai dan gaji paling besar. Mungkin karena mereka berhubungan dengan nyawa manusia. Kalau guru? Yang berhubungan dengan jiwa manusia? Gajinya? Brrrrrrrrrrrrr... Namun, kali ini buk...

"BERTAMU" DI RUMAH WR SOEPRATMAN

Gambar
Hormat bagimu, Pahlawan! Kisah kasih Bertemu bertamu.. Se antero Nusantara tidak mungkin tak mengenal (mengetahui) siapa itu WR. Supratman. Sang pemain biola yang berhasil menciptakan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Hari ini saya amat bahagia. Senangnya bukan main ketika 'diundang' beliau ke rumahnya. Saya yakin bukan saya yang kepingin kesana. Tapi rasa patriotik yang sudah ia tanamkan dalam jiwa ini, yang berasal dari lagu magis Indonesia Raya, sudah berhasil menjadi "surat undangan" supaya saya datang bertamu. Beriringan dengan kegiatan Persamuhan Pendidik Pancasila, rasa nasionalisme bertumbuh semakin tinggi. Saya memutuskan untuk segera berkunjung. Beliau salah satu tokoh pahlawan inspiratif yang fenomenal. Di tengah hiruk pikuk dentuman peluru dan bom masa penjajahan, dia menepikan diri untuk berburu nada dan kata, menjadi harmoni, yang bisa menggetarkan kongres pemuda 28 Oktober 1928 silam, dan jiwa seluruh rakyat Indonesia hingga saat ini. Tapi...

KARPET MERAH PESPARANI 2019

Gambar
Catatan kaki dan hati; dari Kota Kupang Oleh Marianus Seong Ndewi, S. Pd., MM Guru Seni Budaya SMA N 4 KUPANG- aktif di komunitas Secangkir Kopi Kupang ‘’Katong Samua Basudara”, tagline Tema Pesta Paduan Suara Gerejani (PESPARANI) Katolik tingkat Kota Kupang, yang diadakan tanggal 5-8 Nopember 2019, bertempat di Paroki St. Maria Assumpta sebagai ‘tuan rumahnya’. Acara yang diawali dengan Misa dan seremonial pembukaan ini mengundang banyak decak kagum dari para insan lintas agama, lintas budaya, dan juga lintas genre di Kota Kasih ini. Kemeriahan ini saya yakini karena tidak hanya melibatkan umat nasrani (Katolik) dalam setiap acara dan kepanitiaan, tetapi dari lintas agama lainnya juga dilibatkan. Ribuan mata, hati, dan telinga menyaksikan dan menikmati acara ini. Musik mampu menyatukan. Musik mampu memberi pengertian. Musik mampu menyampaikan pesan. Musik mampu memberi semangat hidup yang baru. Musik memberi levitasi, untuk bisa ‘melawan’ gaya gravitasi; nai...